Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBeritaPemkot Malang Mulai Penataan Kawasan Kayutangan : Akan Hadir Wisata Sejarah di...

Pemkot Malang Mulai Penataan Kawasan Kayutangan : Akan Hadir Wisata Sejarah di Kota Malang

Salam Satu JiwaMalang, Wisata Sejarah Bouwplan ataupun wisata memiliki bakal hadir di Kota Malang, Jawa Timur. Salah satu kawasan, ialah pedestrian Kayutangan di Jalur Jenderal Basuki Rahmat tengah dipersiapkan buat jadi energi tarik untuk turis. Wisata Bouwplan hendak menyuguhkan ekspedisi untuk turis buat menikmati kawasan memiliki pada masa kolonial Belanda di Kota Malang.

Perlu diketahui, selain kawasan Kayutangan, di Kota Malang terdapat kawasan peninggalan era kolonial Belanda lainnya, seperti Idjen Boulevard dan sepanjang Balai Kota Malang.

Kepala Dinas Pemuda, Berolahraga, serta Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni berkata, konsep Wisata Sejarah Bouwplan hendak jadi rute city tour untuk turis di Kota Malang. Konsep wisata tersebut nantinya bisa diterapkan dengan menggunakan bis Macito (Malang City Tour) yang saat ini dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Malang.

Rencananya pula hendak terdapat akumulasi bis tersebut yang dikala ini cuma terdapat satu unit dengan mencari hibah dari CSR (Corporate Social Responsibility) industri.

Wisata Sejarah Bouwplan belum ada seperti peta yang dipasang di titik-titik di Kota Malang, sementara mungkin wisatawan nanti bisa melihat melalui videotron,” kata Ida saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu.

Tidak hanya dari sisi infrastruktur, penguatan pada zona ekonomi kreatif semacam seni pertunjukan, musik serta yang lain pula tengah dicoba.

Rencananya, pada bulan November mendatang hendak diselenggarakan event musik Jazz di kawasan Kayutangan oleh komunitas musisi dari Malang.

Ida berkata kalau grupnya siap buat menunjang seluruh aktivitas yang terdapat di kawasan Kayutangan, semacam soal perizinan serta keamanan.

Tetapi ia meminta kepada penyelenggara aktivitas hiburan buat senantiasa menyelipkan suguhan seni tradisional dalam kegiatan apa juga.

“Sehingga kita tidak lepas dari local wisdom. Event bagus yang bertaraf nasional dan internasional tetap disisipkan dengan seni tradisional, misal Malang terkenal dengan Topeng, ya itu yang diangkat setiap ada event,” katanya.

Mengenal Sejarah Kayutangan Malang

Malang ialah salah satu kota tujuan wisata terbaik di Jawa Timur. Maklum saja, udaranya yang sejuk dengan banyaknya kuliner nikmat membuat kota ini tidak sempat membosankan buat didatangi. Tidak cuma itu saja, di Malang pula terdapat suatu wilayah yang populer dengan jajaran bangunan tuanya, bernama Kayutangan.

Kayutangan, Malang

Kayutangan, namanya saja sudah unik dan menarik perhatian, kan? Hingga saat ini, ada banyak versi yang beredar mengenai asal usul nama Kayutangan ini.

Ada yang menyebutkan bahwa nama Kayutangan berasal dari sebuah pohon dengan cabang berbentuk menyerupai jari-jari. Ada pula yang menyebutkan bahwa Kayutangan ini dulunya merupakan pusat kehidupan kota Malang.

Di Kayutangan bisa ditemukan segela jenis industri, termasuk juga mebel. Uniknya, mebel yang ada di Kayutangan ini tidak dibuat dengan mesin melainkan secara handmade. Itulah yang disebut menjadi asal usul nama Kayutangan.

Meski hingga saat Kawasan Kayutangan ini belum diketahui dengan pasti mana alasan penamaan yang tepat, namun nama Kayutangan sendiri memang sudah sering tersebut dalam buku dan dokumen berbahasa Belanda sejak tahun 1890-an. Dalam dokumen-dokumen tersebut, ada beberapa versi penulisan Kayutangan, mulai dari Kajoe Tangan, Kajutangan, hingga yang dipakai sampai saat ini yakni Kayutangan.

Salah satu daya tarik yang sangat melegenda di Kayutangan merupakan 2 buah bangunan kembar yang posisinya berseberangan. Bangunan tersebut mempunyai style Art Deco yang dalam era Belanda dahulu diketahui dengan nama Nieuwe Bouwen alias new building ataupun bangunan dengan style baru.

Bila dilihat secara sekilas, bangunan kembar ini memanglah tidak mempunyai wujud yang sangat artistik sebab lebih mengutamakan sisi fungsionalnya. Tetapi sebab wujudnya yang sangat seragam satu sama lain serta pula sangat lurus, kedua bangunan kembar ini kerapkali diucap selaku gapura yang menandai daerah elit di Kota Malang.

Kayutangan kian kental faktor Belandanya karena sempat mengalami perombakan serta ditata kembali oleh seseorang arsitek bernama Karel Bos di tahun 1936. Karel Bos membangun ulang wilayah Kayutangan ini tidak sendirian, tetapi bersama dengan Tan Siauw Khing yang ialah konglomerat berdarah Tionghoa di era tersebut. Salah satu gedung kembar yang terdapat tersebut tercantum yang pula didanai oleh Khing serta setelah itu kesimpulannya dijadikan toko perhiasan emas atas namanya. Sedangkan bangunan kembar yang terdapat di sebelah kana dipunyai oleh owner pabrik gula bernama Han Thiau An.

Sebelum dimiliki secara pribadi, kedua tanah tempat berdirinya bangunan kembar tersebut sebenarnya merupakan milih pemerintah Malang. Namun pemerintah tidak dapat menolak saat tanah dibeli dengan harga yang sangat tinggi. Namun keberadaan keluarga Tan hanya bertahan hingga tahun 1964. Sebab saat itu sang ayah tak bisa lagi melanjutkan usahanya karena sudah tua sementara keempat anaknya menolak untuk menjadi penerus. Mereka sendiri kebanyakan menempuh pendidikan di Belanda sehingga tak ingin menjadi pemilik toko emas. Keluarga Tan kemudian diketahui pindah ke Belanda pada tahun 1967.

Sebaliknya keluarga Han Thiau An pula menjual bangunannya tidak lama sehabis kemerdekaan serta tempat tersebut berganti jadi suatu toko novel bernama Boekhandel Slutter-C.C.T van Dorp Co. setelahitu, bangunan tersebut pernah beberapa kali beraih guna sampai yang terakhir jadi Toko Rajabally. Sampai saat ini, siapapun yang berkunjung ke kawasan Kayutangan masih dapat melihat nama Rajabally tersebut di depan bangunan yang telah menua.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments