Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBeritaEvent Yang Bangkitkan Sektor Pariwisata Malang : 108 Rise And Shine

Event Yang Bangkitkan Sektor Pariwisata Malang : 108 Rise And Shine

Salam Satu JiwaMalang, Optimisme kebangkitan ekonomi kreatif serta pariwisata di Kota Malang, Jawa Timur ditunjukkan dalam gelaran aktivitas berjudul Malang 108 Rise And Shine Kayutangan Heritage.

Kegiatan itu digagas oleh Pemerintah Kota Malang bersama kelompok pelakon hiburan dengan menutup selama kawasan Kajoetangan di Jalur Jenderal Basuki Rahmat pada Pekan (5/6/2022) dari kendaraan bermotor. Nampak ratusan orang setelah itu berkumpul buat melihat pertunjukan hiburan yang diselenggarakan di situ pada dikala itu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Sutiaji menyuarakan jargon dari bukti diri Arema ataupun Arek Malang yang mempunyai makna Anak Malang. Ia optimistis dunia pariwisata serta ekonomi kreatif di Kota Malang hendak kembali bangkit sehabis dihantam pandemi Covid-19 pada 2020 serta 2021.

Salam Satu Jiwa, Arema! NKRI Harga Mati! kegiatan ini merupakan momen kebangkitan dari ekonomi kreatif untuk bisa kembali bergeliat setelah pandemi Covid-19,” kata Sutiaji.

Ribuan Orang Tumpah di Jalan : Malang 108 Rise And Shine

Kegiatan Malang 108 Rise And Shine Kayutangan Heritage

Kegiatan Malang 108 Rise And Shine Kayutangan Heritage diawali dekat jam 16. 00 sampai 24. 00 Wib. Ada belasan penampilan dari para kelompok pelakon hiburan yang hendak mengisi aktivitas itu. Sebagian penampil, di antara lain merupakan Malang Drummer Community, Guitarisic, Kumpulan Bassist Malang, Kibordis Malang, Lighting Show, Modern Dance, serta Malang Fire Dance, semua ditampilkan di Kayutangan Malang.

Sutiaji mengatakan, tema bangkit serta bersinar diambil dengan harapan terdapatnya wujud akselerasi percepatan dari geliat dunia ekonomi kreatif serta pariwisata.

“Harapan kami ketika kita bersama-sama kolaborasi dan akselerasi, maka Insyaallah bisa menggapai mimpi kita bahwa kita memang harus bangkit. Ekonomi kita harus bergerak dan kembalinya juga kepada pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Aktivitas Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage lebih dahulu diinisiasi oleh komunitas pelakon hiburan di Kota Malang.

Event teratur di Kota Malang Pemkot Malang berencana menjadikan aktivitas semacam Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage buat teratur dicoba secara berkala.

Rencananya, event teratur hendak diselenggarakan tiap momen besar, semacam pergantian malam tahun baru, peringatan HUT kemerdekaan RI, serta hari jadi Kota Malang.

Event Rutin di Kota Malang

Pemkot Kota Malang berencana menjadikan aktivitas semacam Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage buat teratur dicoba secara berkala. Rencananya, event teratur hendak diselenggarakan tiap momen besar, semacam pergantian malam tahun baru, peringatan HUT kemerdekaan RI, serta hari jadi Kota Malang.

Tetapi, perihal itu masih hendak dikaji lebih lanjut buat konsep aktivitas berikutnya yang hendak dicoba.

“Tadi sudah banyak masukan apakah bentuknya Car Free Day, apakah Car Free Night, tadi banyak masukan dari teman-teman kita,” katanya.

Sutiaji pula optimistis kalau ke depan, aktivitas semacam itu hendak didatangi banyak turis, baik dalam negara ataupun luar negara.

Apresiasi Untuk Malang 108 Rise and Shine

Wali Kota Malang Sutiaji memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap rekan-rekan komunitas Musik Malang Bersatu Indonesia (MMBI) yang telah menginisiasi gelaran Malang 108 Rise and Shine. Pasalnya, acara yang digelar di kawasan Kayutangan Heritage pada Minggu 5 Juni 2022 tersebut meriah dan dipadati masyarakat luas maupun para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Sutiaji Walikota Malang

Sutiaji mengatakan, acara Malang 108 Rise and Shine terdapat keterkaitan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-108 Kota Malang pada 1 April lalu yang memiliki tema “Rise and Shine“.

Tema “Rise and Shine” mempunyai arti tertentu, ialah bangkit serta bersinar. Suatu harapan yang terus dicapai dengan bermacam upaya.

“Banyak harapan ketika kita bersama-sama kolaborasi, akselerasi, maka insya Allah akan bisa menggapai mimpi kita, bahwa kita harus bangkit, ekonomi kita harus bergerak dan kembalinya juga kepada pemberdayaan masyarakat,” ungkap Sutiaji.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu menegaskan kalau kegiatan Malang 108 Rise and Shine murni inisiasi rekan- rekan komunitas seni serta musik, ialah Musik Malang Bersatu Indonesia (MMBI). Kala MMBI melaksanakan audiensi dengan dirinya, Sutiaji juga merespons dengan baik.

Dalam kegiatan Malang 108 Rise and Shine, pula diselenggarakan parade flashmob musisi yang diiringi oleh warga luas Kota Malang dengan menyanyikan lagu kebanggaan Arema serta Aremania.

“Ini kan parade dari sana (BNI 46 perempatan Rajabali) para pemusik berjalan 1.000 lebih, ada keyboardist, drummer, gitaris, bassis, vocalist juga hadir semua. Terus teman-teman yang ada di video moving kurang lebih 20 menit akan dilakukan kolaborasi semua dan basic nya memang ekonomi kreatif,” jelas Sutiaji.

Tetapi, Sutiaji mengantarkan kalau hadirnya ribuan wisatawan di kegiatan Malang 108 Rise and Shine di luar prediksinya. Ia awal mulanya mengira tidak begitu banyak wisatawan yang tiba di kegiatan Malang 108 Rise and Shine.

“Tidak sesuai dengan apa yang menjadi prediksi kita. Saya kira tidak begitu banyak pengunjung, tapi luar biasa pengunjungnya, mulai pagi tadi sampai malam ini. Jadi, ini menunjukkan kebangkitan kita ya,” pungkas Sutiaji.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments