Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBeritaViral! Pengakuan Mantan Jenderal Bintang Tiga Ini Bikin Shock!

Viral! Pengakuan Mantan Jenderal Bintang Tiga Ini Bikin Shock!

Salam Satu JiwaMalang Mantan Panglima Komando Wilayah Militer V/ Brawijaya, Letjen (Purn) Djadja Suparman hendak dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan militer.

dia bakal dijebloskan ke lapas militer usai teruji korupsi dalam permasalahan pembebasan lahan buat tol di Malang, sebagian tahun silam.

Keputusan ini dicoba sehabis putusan 4 tahun penjara yang diterima mantan Pangdam ini sudah berkekuatan hukum senantiasa pada 2016.

Menjawab perihal tersebut, Jenderal Bintang 3 yang pula mantan Pandam ini melaporkan kesiapannya menempuh hukuman atas keputusan Majelis Hakim Majelis hukum Militer tersebut.+

“ Aku siap masuk Lembaga Pemasyarakatan Militer Cimahi bertepatan pada 16 Juli 2022. Mereka mau aku mati di penjara!” kata Djaja, Pekan (76/2022).

Tetapi demikian, dia malah mempertanyakan mengapa vonis Hakim Majelis hukum Militer tersebut baru hendak dicoba dikala ini. Sementara itu Djadja sendiri terjerat permasalahan korupsi terpaut pembebasan lahan buat tol di Malang, tersebut terjalin sebagian tahun silam.

“ Mengapa baru saat ini? Ke mana saja sepanjang 6 tahun ini?” ucap mantan Pangdam Brawijaya 1997- 1998 itu.

Djadja mengaku sudah memohon kepada Kepala Oditur Militer Besar pada 2016 supaya dieksekusi. Tetapi permintaan itu ditolak.

“ Kesimpulannya terjalin pembiaran sepanjang 6 tahun. Siapa yang bertanggung jawab serta apa kompensasinya apabila wajib masuk penjara sepanjang 4 tahun serta wajib mati dalam penjara?” ucap Djadja.

Semacam dikenal, masalah ini berawal dari permasalahan ruislag tanah di Waru, kala Djadja Suparman menerima dorongan dana sebesar Rp 17, 6 miliyar dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (CNMP) pada dini 1998.

Total duit tersebut digunakan buat membeli tanah seluas 20 hektare senilai Rp 4, 2 miliyar di Pasrepan, Pasuruan serta pula buat merenovasi Markas Batalion Kompi C yang terdapat di Tuban, dan mendirikan bangunan Kodam Brawijaya di Jakarta.

“ Sisanya yang tinggal Rp 13,3 miliyar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh tersangka,” kata pimpinan majelis hakim Letnan Jenderal Hidayat Manao, Jumat (27/9/2013) silam.

Djadja teruji melanggar dakwaan subsider, yang dinyatakan bersalah sudah melaksanakan korupsi duit negeri senilai Rp 13, 3 miliyar.

Pembacaan putusan dengan 360 taman yang diawali, Kamis (26/9/2013), jam 10. 30- 23. 30 Wib, pernah diskors sebanyak 3 kali. Pimpinan majelis hakim serta dibantu 2 anggota hakim Majelis hukum Militer Besar II, Surabaya Jalur Raya Lapangan terbang Juanda Lama membaca dakwaan sepanjang 13 jam.

Dalam amar putusannya, tersangka teruji melanggar Pasal 1 ayat 1 A jo Pasal 28 Undang- Undang Nomor 3 Tahun 1971 dalam dakwaan primer dan Pasal 1 ayat 1 B Undang- Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata pimpinan majelis hakim Letnan Jenderal Hidayat Manao, Jumat (27/ 9/2013) dini hari.

Vonis Putusan tersebut lebih berat dari tuntutan yang dibacakan Oditur Militer Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Sumartono, satu bulan yang kemudian, ialah 3 tahun dengan denda Rp 1 miliyar.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments