Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBeritaViral Dua Pemuda Bikin Konten Tak Sopan di Kayutangan Heritage

Viral Dua Pemuda Bikin Konten Tak Sopan di Kayutangan Heritage

Salam Satu JiwaMalang, Seseorang wanita menceritakan pengalamannya yang kurang mengasyikkan dikala tengah menikmati atmosfer di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Jawa Timur pada malam hari.

Dia mengaku menemukan perlakuan tidak mengasyikkan dari 2 orang pemuda tidak dikenal. Kronologi peristiwa tersebut diunggah oleh akun instagram @infomalangan.

Sang wanita menggambarkan, dikala itu dia serta temannya lagi mencari santapan ringan di kawasan Kayutangan Heritage. Dia bersama temannya setelah itu hendak berjalan melintas zebra cross yang terletak di perempatan kawasan tersebut.

Tetapi kala hendak menyeberang, seseorang pemuda seketika menggandeng tangannya tanpa memohon izin. Sedangkan sahabat pemuda itu yang terletak di seberang jalur nampak merekam aksi tersebut.

Sehabis menyeberang, bukannya memohon maaf, kedua pemuda itu malah tertawa serta melanjutkan merekam.

Wanita tersebut setelah itu memberi tahu peristiwa tersebut ke tukang parkir terdekat. Kedua pemuda itu setelah itu dikunjungi serta dimarahi oleh tukang parkir tersebut.

Tetapi mereka malah cengengesan serta berkata bila mereka cuma membuat konten. Keduanya pula meminta maaf dan memohon supaya tidak dilaporkan ke polisi. Wanita itu mengaku khawatir apalagi sampai menangis sebab aksi pemuda tersebut.

Mengenal Lebih Dekat Heritage Kayutangan

Kayutangan yang diresmikan selaku kawasan peninggalan budaya (heritage) Kota Malang menaruh segudang sisi sejarah yang menarik buat dikupas. Data dari bermacam sumber mengatakan daerah ini diucap Kayutangan sebab konon saat sebelum 1914 di sebelah timur pertigaan Jalan. Oro-oro Dowo dengan Kayutangan ada petunjuk kemudian lintas dibuat dari kayu berupa telapak tangan yang lagi menunjuk.

Petunjuk tersebut menuju ke 3 tempat. Ke arah barat mengarah Batu, ke arah selatan mengarah Blitar, serta ke arah utara mengarah Surabaya. Tidak hanya itu, dikala kawasan alun-alun mulai tumbuh, di selama jalur Kayutangan ditanami pohon-pohon yang daunnya berupa telapak tangan yang mengembang.

Bermacam bangunan bernuansa kolonial banyak ditemui pada lingkungan pertokoan di selama Jalur Kayutangan yang dikala ini jadi Jalur Basuki Rahmat. Pada dekat tahun 1960-1970-an kawasan pertokoan digunakan buat perdagangan universal, perkantoran, gedung bioskop, baju jadi, kelontong, serta lain-lain. Lokasinya di koridor utama mengarah arah alun-alun terus menjadi memantapkan kawasan tersebut jadi posisi bisnis serta pusat perniagaan yang lumayan berarti.

Ada sebagian landmark serta bangunan tua yang saat ini masih relatif terpelihara keasliannya dikala melintas di kawasan Kayutangan Heritage Jalur Jenderal Basuki Rahmat, Jalur Jaksa Agung Suprapto serta Jalur Brigjen Slamet Riyadi. Tugu jam penanda arah di pertigaan Celaket berfungsi selaku jam kota serta papan penanda arah ataupun jalur dalam

kota sekalian pula landmark semacam tugu di Jogja. Jam penanda arah tersebut terbuat memakai bahan baku besi, dicat metalik dengan wujud besi penyangga tembus pandang.

Di depan tugu jam penanda tersebut pula ada bangunan tua Kantor PLN Kota Malang di Jalur Basuki Rahmat Nomor. 100 Malang. Gedung ini memiliki sebagian ruang dasar tanah selaku tempat berlindung ataupun menyelamatkan serta melindungi alat-alat vital listrik, dari perang dunia keII.

Keunikan wujud arsitektur pertokoan di salah satu perempatan populer selama Jalur Basuki Rahmat yang kerap diucap perempatan Rajabaly. Bangunan kembar di sebelah kanan serta kiri yang dibentuk pada 1936 oleh arsitek Karel Bos menggambarkan pintu gerbang mengarah Jalur Semeru.

Apabila berjalan ke arah alun-alun Kota Malang, hendak ditemui sebagian bangunan tua yang masih dipertahankan keasliannya semacam Toko Oen di Jalur Basuki Rahmat Nomor. 5. Toko ini salah satu restoran di Kota Malang yang mempunyai khas style klasik Belanda dalam tiap sudut bangunan sampai koki serta pelayannya. Owner lamanya menjadikan tokon ini selaku Oen Ice Cream Palace Pattissier.

Dikala restoran ini berubah kepemilikan pada 1991, yang berganti cumalah gayanya yang lebih modern serta komersil tetapi tidak mengganti karakteristik dari khas style klasik bangunan serta kulinernya. Restoran ini sempat jadi tempat para partisipan kongres se-Indonesia buat istirahat makan siang dikala kongres KNIP pada 25 Februari 1947 serta selamat dikala pendudukan kembali Belanda pada Juli 1947.

Tidak hanya itu ada Gereja Katolik Hati Kudus Yesus dengan 2 tower menjulang yang terkenal diketahui dengan Gereja Kayutangan di Jalur Basuki Rahmat Nomor. 16, RW. 3, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen,. Gereja yang memiliki style arsitektur yang unik serta memiliki nilai sejarah serta arsitektur bergaya Gothic, dikala ini umurnya menggapai 114 tahun.

Sampai dikala ini bangunan gereja masih berperan selaku tempat ibadah umat Katolik. Arsitek Gereja Kayutangan merupakan Marius J. Hulswit yang pula merancang pembangunan gereja katedral di Lapangan Banteng Batavia pada 1898. Gereja ini dirancang dengan jendela serta pintu besar pada bilik yang dibentuk dengan konstruksi skelet.

Pemerintah Kota Malang terus berbenah membuat cantik kawasan Kayutangan Heritage. Salah satunya dengan penggantian serta pemasangan batu andesit di pertigaan PLN serta perempatan Rajabali. Bagi Walikota Sutiaji, penyusunan Kayutangan Heritage sejatinya mulai dari PLN hingga Tugu Sarinah. Kayutangan dilihat secara integrasi, sehingga koridor depan serta dalam dapat cocok konsep.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments