Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeGaya HidupTradisi Unik Dari Tanah Jawa, Bersih Desa

Tradisi Unik Dari Tanah Jawa, Bersih Desa

Salam Satu JiwaBersih Desa adalah slametan ataupun upacara adat Jawa buat membagikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari kewajiban tiap keluarga buat menyumbangkan santapan. Bersih desa dilakukan oleh warga dusun buat mensterilkan desa dari roh-roh jahat yang mengusik.

Hingga sesaji diberikan kepada danyang, sebab danyang dipercaya selaku penjaga suatu desa. Dengan demikian, upacara bersih desa diadakan di makam danyang. Di desa yang memiliki pengaruh muslim kokoh, upacara bersih desa diadakan dilaksanakan di Masjid.

Ada pula isinya merupakan doa-doa dalam Muslim. Sedangkan, di sebagian desa yang tidak mempunyai makam danyang, upacara bersih desa diadakan di rumah kepala desa ataupun di Pendopo Kantor Kepala Desa. Bersih desa pula dimaknai selaku ungkapan syukur atas panen padi, hingga upacaranya dilakukan sehabis panen padi berakhir.

Kapan Tradisi Bersih Desa Dilakukan?

Bersih desa umumnya diadakan pada bulan Sela ataupun Syawal, adalah bulan ke-11 Kalender Jawa. Buat bertepatan pada, tiap desa berbeda penerapannya, tetapi yang tentu seluruh mengambil waktu di bulan Sela. Dalam upacara bersih desa terdapat sedekah bumi yang umumnya berbentuk nasi tumpeng serta lauk pauk yang terbuat oleh masyarakat desa. Segala santapan yang terdapat dalam upacara bersih desa adalah hasil sumbangan keluarga-keluarga di desa. Upacara bersih desa harus diiringi oleh orang yang telah berusia. Di berapa wilayah upacara bersih desa pula dilengkapi dengan pertunjukan wayang tadi malam suntuk.

Mengapa Bersih Desa Dilakukan?

Bersih desa, selaku upacara adat, mempunyai arti spiritual di baliknya. Pertama-tama bersih desa bertujuan buat mengatakan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat. Berikutnya, upacara bersih desa bertujuan buat meminta proteksi kepada danyang selaku penjaga suatu desa.

Terakhir, tujuan bersih desa merupakan buat meminta berkat supaya hasil panen selanjutnya melimpah. Tidak hanya itu, bersih desa pula muat tujuan solidaritas di dalamnya. Santapan yang jadi santapan bersama merupakan hasil sumbangan masyarakat sendiri.

Bagaimana Tradisi Bersih Desa Dilakukan?

Upacara bersih desa dilakukan sepanjang satu hari penuh dengan sebagian tahapan. Pada jam 07. 00 dilaksanakan aktivitas bersih-bersih segala area desa. Tidak hanya itu mulai dipersiapkan pula alat-alat buat upacara semacam tikar, panggung, serta tempat sesaji. Pagar tumbuhan yang dikeramatkan di desa pula ditukar dengan yang baru. Sedangkan itu, sebagian anggota yang lain mempersiapkan santapan buat upacara. Pada jam 12.00 kepala desa hendak memukul kentongan selaku ciri seluruh santapan telah wajib siap diantar ke rumah kepala dusun.

Sehabis seluruh siap, menjelang sore segala masyarakat yang telah berusia berkumpul ditempat yang sudah didetetapkan oleh tiap-tiap desa buat mengawali upacara. Pertama-tama umumnya dibacakan doa-doa serta mantra. Umumnya pula dikisahkan cerita Dewi Sri yang jadi pelindung para petani. Upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng serta pembagian santapan. Sepanjang upacara ini sesaji pula diletakkan di keempat sudut desa.

Dipercaya tiap sudut desa dilindungi oleh anak danyang. Terakhir, bila membolehkan, diadakan pertunjukan wayang sepanjang tadi malam suntuk.

Lakon yang dibawakan dalam pentas wayang beragam, misalnya Bharatayuda, Wahyu Makutharama, Wahyu Purbasejati, Wahyu Gada Inten. Sehabis segala tahapan ini dipadati hingga upacara bersih desa dikira legal.

Tradisi Bersih Desa Pujiharjo Dengan Arakan Encek-Encek

Desa Pujiharjo

Pujiharjo merupakan suatu desa di daerah Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Masyarakatnya yang cenderung beragama Kristen (Katolik/Protestan) tidak menyudutkan agama lain buat tingga di satu pedesaan dengan mereka baik agama Islam, Hindu, maupun Budha.

Pujiharjo saat ini mempunyai keelokan tepi laut yang eksotis terletak di selatan Tepi laut Sipelot menjadikan para wisatawan buat tiba ke tepi laut tersebut.

Pada tahun 2019 kemudian, Masyarakat Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggelar Bersih Desa dalam rangka memeringati Hari Jadi ke-87 desa tersebut, dengan mengarak ribuan Encek-Encek ataupun aneka tipe santapan.

Aneka Encek-Encek ataupun santapan yang diarak mulai nasi serta lauk pauk, yang diletakkan di dalam suatu tempat yang dibuat dari pelepah tumbuhan pisang yang sudah terbuat sedemikian rupa sehingga membentuk suatu wadah ataupun tempat santapan, yang setelah itu diarak mengarah balai desa.

Saat sebelum diarak, warga Desa Pujiharjo yang bawa encek-encek, berkumpul di tempat yang sudah didetetapkan, setelah itu berjalan bersama-sama, seraya bawa encek-encek tersebut.

Lebih lanjut ia menarangkan, bersih desa ini selaku wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak hanya itu, grupnya pula menggelar aneka aktivitas lain yang bernuansa kesenian dan kebudayaan tradisional dalam rangka bersih desa tersebut.” Seluruh kesenian dan kebudayaan tradisional yang ditampilkan, adalah persembahan murni dari warga kami,” ucapnya.

Berikutnya ia berharap lewat Bersih Desa dengan mengarak Encek-Encek ini diharapkan ke depannya warga di Desa Pujiharjo senantiasa menemukan limpahan rezeki dari Tuhan yang Maha Esa.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments