Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBeritaPenjual Kambing: Penjualan Redup Jelang Idul Adha

Penjual Kambing: Penjualan Redup Jelang Idul Adha

Salam Satu JiwaMalang, Penjual kambing serta domba meringik penjualan hening sebab imbas wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak. Menjelang Idul Adha, penjualan kambing serta domba hening.

Keluhan itu diungkapkan orang dagang pasar hewan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penjualan mereka merosot.

Salah satunya dikeluhkan oleh Hasyim, seseorang orang dagang kambing serta domba di pasar hewan Kecamatan Besuk, kabupaten setempat.

Penjualannya tidak semacam tahun lebih dahulu. Dia mempersiapkan paling tidak belasan domba serta kurang dari 10 kambing buat dijual pada hari raya kurban nanti.

“Kulakannya telah sebagian bulan yang kemudian. Dikala ini masih laku sangat 2 ekor domba. Jika domba kan murah, beda sama kambing. Walaupun begitu, susah penjualannya,” keluh Hasyim, dikala ditemui di kandang kambing serta domba miliknya, Jumat (1/7/2022).

Dengan terdapatnya kesusahan penjualan tersebut, dia mengaku bila dirinya hadapi turun omzet lumayan besar.

Apalagi lebih dari setengah dibandingkan tahun kemudian. Umumnya dalam sepekan lagi dikala tahun kemudian, dia telah mulai kulakan lagi kambing serta domba buat dijual.

Walaupun jumlahnya tidak sebanyak penjualan awal.

“Umumnya sepekan lagi telah kembali kulakan. Nah, tahun ini tidak laku. Seluruh itu pengaruh terdapatnya PMK. Pastinya omzet sangat turun ekstrem, apalagi kami kelimpungan,” keluhnya lagi.

“Apalagi rencana aku, ingin aku jual dengan mengambil keuntungan sedikit. Apalagi bila dihitung dengan operasional perawatan dari lebih dahulu dapat dikatakan rugi,” ucapnya.

Beberapa ternak yang dia miliki, tidak terdapat yang terserang PMK.

Walaupun begitu, sulitnya penjualan dikhawatirkan, ternaknya lambat- laun terkena PMK.

“Ya, saat ini belum kena. Khawatir belum lama terserang pula. Rugi malah yang didapat. Karena, pembeli saat ini ngajeni (milih- milih). Ingin yang sehat,” tutur Hasyim.

Hal senada juga diungkap oleh Lailatul Qodar, salah satu pedagang yang juga asal Besuk.

Adanya PMK menimbulkan beberapa pembeli enggan membeli ternak. Para pembeli lebih membeli dari orang yang memanglah telah dipercaya serta diketahui.

“Rata- rata pembeli yang sempat ambil ke aku tiba lagi. Jika pembeli baru, masih belum terdapat. Saat ini, dari dekat 60 ekor kambing serta domba yang aku siapkan buat hari raya kurban baru 25 yang terjual,” kata Lailatul Qodar.

Dia menuturkan, sulitnya pembeli diakibatkan dari maraknya isu daging yang terkena PMK tidak sehat.

Apalagi terdapat berita, dikala hewan ternak yang terkena PMK disembelih, dari dalam badannya keluar ulat.

Perihal ini baginya pula pengaruhi atensi pembeli domba serta kambing.

Walaupun terdapatnya beberapa kesulitan pada usahanya, dia berkata kalau harga per ekor kambing ataupun domba masih relatif normal. Buat domba dikisaran Rp 1,5 hingga Rp 2 juta. Sedangkan kambing berkisar Rp 3 hingga Rp 3,5 juta.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments