Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBeritaMantan Napi Terorist : Mahasiswa Adalah Target 'Empuk' Perekrutan Kelompok Radikal

Mantan Napi Terorist : Mahasiswa Adalah Target ‘Empuk’ Perekrutan Kelompok Radikal

Slam Satu JiwaMalang, Penangkapan mahasiswa Ikatan Internasional, Universitas Brawijaya (UB), Malang bernama samaran Dia oleh Densus 88 Antiteror jadi fakta organisasi radikal gampang menyusup ke kampus- kampus.

Eks narapidana teroris Syahrul Munif berkata, mahasiswa memang

jadi sasaran empuk untuk teroris buat memperluas jejaringnya. Mahasiswa sangat gampang dipengaruhi.

Baginya, kelompok radikal memilah mahasiswa sebab terletak pada fase mencari jati dari.

” Momen perekrutan di golongan mahasiswa sangat efisien dicoba kelompok radikal. Sebab mahasiswa itu umur mencari jati diri,” ucapnya, Kamis (2/6/2022).

Syahrul menarangkan, mahasiswa memanglah jadi sasaran gampang buat dicekoki mengerti yang diusung kelompok radikal. Ditambah dengan proapganda- propaganda, misi buat merekrut anggota baru makin lembut.

“Umumnya ia (mahasiswa) itu memiliki semangat yang besar agamanya. Kesimpulannya dipaparkan ayat- ayat Alquran ataupun hadist. Tetapi framenya itu cuma satu tafsir saja. Serta kesimpulannya mereka memandang negeri ini selaku tagut sebab tidak memperlakukan hukum Islam secara penuh. Mereka hendak memerangi pemerintah,” kata ia.

Laki- laki yang sempat bergabung dengan Jamaah Ansharut Tauhid sampai berangkat ke Suriah pada 2014 itu menganjurkan supaya mahasiswa lebih perbanyak literatur ataupun rujukan teks supaya tidak gampang terpapar radikalisme.

Kecenderungan mahasiswa yang bergabung dengan kelompok radikal sebab mempunyai rasa mau ketahui yang besar.

“Tetapi semangat itu cuma dibaca satu rujukan. Jika dari pengalaman aku memperbanyak rujukan sebab sekali kena propaganda membekas benaknya. Jadi jika rujukan satu saja hendak terjerumus,” kata ia.

Mahasiswa UB diamankan Densus 88 Antiteror di indekos kawasan Dinoyo Kota Malang, Senin 23 Mei 2022. Mahasiswa nama samaran Dia itu terindikasi bertugas selaku penggalang dana buat ISIS. Tidak hanya itu pula mengelola media sosial dengan materi- materi propaganda ISIS.

Dari penggerebekan indekos IA, Densus 88 menyita seperangkat perlengkapan panah sampai bendera gelap bertuliskan kalimat tauhid.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments