Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBeritaGanja Medis Aman Digunakan?

Ganja Medis Aman Digunakan?

Salam Satu JiwaMalang, Keamanan ganja medis buat digunakan masih jadi perdebatan hangat di Indonesia sebab khasiat serta dampak samping yang dikhawatirkan. Mengutip National Institute on Drug Abuse (NIDA), pengembangan obat dari tumbuhan ganja memunculkan banyak tantangan.

Tumbuhan ganja bisa jadi memiliki ratusan bahan kimia aktif yang tidak dikenal dan bisa jadi susah buat meningkatkan produk dengan dosis bahan kimia yang akurat serta tidak berubah- ubah.

Pemakaian ganja selaku obat pula memunculkan permasalahan lain, semacam dampak kesehatan yang merugikan dari merokok ganja serta kendala kognitif yang diinduksi dari bahan kimia alaminya, tetrahydrocannabinol (THC). Mengutip WebMD, tumbuhan ganja memiliki lebih dari 100 bahan kimia berbeda yang diucap cannabinoids. Tiap- tiap mempunyai dampak yang berbeda pada badan.

Bahan kimia utama ganja medis yang digunakan dalam penyembuhan, ialah tetrahydrocannabinol (THC) serta cannabidiol (CBD).

THC: senyawa psikoaktif utama dalam ganja yang dapat membuat mabuk.

CBD: senyawa kimia sangat universal kedua yang ditemui di ganja yang tidak memabukkan.

Mengutip Verywell Health, baik THC serta CBD mempunyai struktur kimia yang mirip dengan endocannabinoid natural badan. Endocannabinoids merupakan neurotransmitter yang bekerja di otak. Neurotransmitter merupakan pembawa pesan kimia yang mengantarkan sinyal antara sel- sel saraf dalam badan.

Tubuh Pengawas Obat serta Santapan AS( FDA) sudah menyetujui obat berbasis THC, dronabinol (Marinol) serta nabilone (Cesamet).

Itu diresepkan dalam wujud kapsul buat penyembuhan mual pada penderita yang menempuh chemotherapy kanker serta buat memicu nafsu makan pada penderita dengan wasting sindrom akibat AIDS. Nabiximols (Sativex), semprotan mulut yang dikala ini ada di Inggris, Kanada, serta sebagian negeri Eropa buat menyembuhkan kelenturan serta perih neuropatik yang bisa jadi menyertai multiple sclerosis.

Obat itu mencampurkan THC dengan CBD. FDA pula menyetujui obat cair berbasis CBD yang diucap Epidiolex buat penyembuhan 2 wujud epilepsi anak yang parah, sindrom Dravet serta sindrom Lennox- Gastaut.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments