Friday, October 7, 2022
spot_img
HomeBudaya3 Upacara Adat yang Hanya Ada di Malang

3 Upacara Adat yang Hanya Ada di Malang

Salam Satu JiwaMalang, Beragamnya budaya Indonesia memanglah tidak sempat membuat bosan. Keunikan adat di tiap wilayah ini juga jadi energi tarik tertentu untuk turis mancanegara ataupun dalam negeri.

Apa yang Dimaksud Upacara Adat?

Upacara adat, Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat lepas dari kultur budaya sebagai karakter jati diri masyarakat, seperti adanya upacara adat di setiap daerah.

Semacam halnya hukum adat yang timbul serta tumbuh dalam area kehidupan sosial, upacara adat pula timbul serta tumbuh selaku aktivitas yang disepakati oleh sekelompok orang (warga) dengan tujuan yang sama berkaitan dengan tradisi adat budaya.

Sebagian contoh upacara adat yang terdapat di Indonesia, antara lain upacara Sekaten di Jogja, Ngaben di Bali, Tabuik di Sumatera barat, dan Tiwah di Kalimantan Tengah.

Penafsiran Upacara Adat

Secara etimologi upacara adat terdiri dari sebutan, ialah upacara serta adat. Upacara merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mempunyai ketentuan tertentu cocok dengan tujuan. Sebaliknya adat merupakan bentuk idiil (Adat tata kelakukan) dari kebudayaan yang berperan selaku pengaturan tingkah laku (Koentjaraningrat, 2010).

Adat merupakan Kerutinan turun-temurun sekelompok warga bersumber pada nilai budaya lingkungannya. Kerutinan ini bersangkutan dengan hal-hal yang bertabiat magis religius dari kehidupan penduduk asli meliputi kebudayaan, norma dan aturan-aturan yang berkaitan satu sama lain serta setelah itu jadi suatu sistem ataupun ketentuan tradisional.

Unsur-Unsur

Bagi Koentjaraningrat, ada sebagian faktor dalam prosesi penerapan upacara adat, antara lain:

Lokasi Upacara

Tempat untuk melakukan upacara adat umumnya merupakan posisi yang dikira kramat ataupun sakral oleh warga setempat, sehingga tidak tiap orang bisa berkunjung ke tempat tersebut. Lokasinya cuma bisa didatangi oleh orang- orang yang memiliki kepentingan, semacam orang- orang yang ikut serta dalam penerapan upacara adat.

Waktu Pelaksanaan

Tradisi upacara ini dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Penghitungan waktu didasarkan pada konvensi secara turun temurun, misalnya di wilayah Jawa Tengah agenda upacara adat berpatokan terhadap kalender Jawa. Tidak hanya itu, upacara adat pula bisa dilakukan pada masa-masa tertentu, semacam masa panen selaku bentuk rasa syukur.

Adat Petik Laut

Alat dan Perlengkapan Upacara

Dalam melakukan tradisi upacara adat, biasanya warga bawa alat-alat ataupun persyaratan semacam sesaji selaku wujud seserahan terhadap keyakinan yang dipegang.

Orang-orang yang Terlibat

Warga yang ikut serta dalam penerapan tradisi upacara meliputi pemimpin prosesi upacara serta sebagian orang yang mengerti serta paham ritual yang dijalaninya.

Guna serta Tujuan Upacara Adat

Tujuan dari diadakannya upacara adat salah satunya merupakan buat keselamatan diri, keluarga dan warga dalam sesuatu area sosial. Bagi Notosudirjo 1990, guna sosial upacara adat bisa dilihat pada kehidupan sosial warga, ialah terdapatnya pengendalian sosial, sosial media, norma sosial serta pengelompokan sosial.

Komentar lain menimpa tujuan upacara adat pula dipaparkan seseorang antropologi agama bernama Clifford Heerts (Hambalai, 2007), ialah upacara dengan sistem simbol berperan sebagain pengintegrasian antara etos serta pemikiran hidup. Etos ialah sistem nilai budaya, sebaliknya pemikiran hidup merupakan konsepsi masyarakat warga terhadap dirinya, alam dekat serta seluruh suatu yang terdapat pada area sekitarnya.

Upacara Adat Sedekah Bumi

Salah satu bentu tradisi upacara adat yang banyak dilakukan di Indonesia merupakan Sedekah Bumi. Sedekah bumi merupakan upacara ataupun aktivitas yang bertujuan buat mengingat Sang Pencipta karena telah memberikan rahmat kepada manusia, khususnya untuk keluarga petani yang hidupnya tergantung pada hasil bumi pertanian.

Warga yang melaksanakan sedekah bumi umumnya yakin kalau dengan melaksanakan syukuran, hingga Tuhan hendak meningkatkan kenikmatan secra berkepanjangan. Mereka meyakini Tuhan hendak membagikan hasil panen meningkat serta melenyapkan masa paceklik.

Metode buat melaksanakan sedekah bumi sangat simpel, biasanya dilakukan dengan pawai karnaval ataupun semacam “pamer” hasil bumi keliling desa, semacam mengarak ketela tumbuhan, mangga, jagung, padi, serta sebagainya bergantung hasil bumi yang melimpah di wilayah tersebut.

Sedekah Bumi

Upacara Adat Malang

Di Malang, Jawa Timur, terdapat pula sebagian adat yang tidak hendak kalian temui di tempat lain. Jika tertarik buat melihat, yakinkan kalian mencatat waktunya dengan benar, ya.

Kirab Sesaji

Tahun Baru Islam alias satu Muharam lebih diketahui dengan istilah‘ satu suro’ untuk warga Jawa serta sudah diperkenalkan semenjak dulu kala oleh Sultan Agung (Raja Mataram Islam). Momen ini dikira selaku momen yang sakral. Oleh sebab itu, sampai saat ini masih banyak warga Jawa yang melaksanakan perayaan pada hari tersebut selaku bentuk syukur kepada Tuhan. Di Malang, perayaan ini diucap dengan Kirab Sesaji.

Ritual dilakukan dengan cara mengelilingi desa di kawasan Gunung Kawi, tepatnya di Wonosari. Masyarakat hendak menggunakan baju adat Jawa sambil bawa sesaji serta gunung ke makam Eyang Junggo serta Iman Soedjono. Sesampainya di posisi tersebut, pemimpin upacara hendak membacakan doa- doa. Selepas itu, gunungan yang berisi tumpeng serta aneka santapan hendak diperebutkan oleh masyarakat.

Perayaan ini pula dimeriahkan oleh banyak penari mulai dari umur kanak- kanak sampai berusia. Tidak kurang ingat, ogoh-ogoh besar pula turut meramaikan upacara adat ini buat setelah itu terbakar selaku simbol menjauhkan diri dari bahaya.

Upacara Kirab Sasaji

Entas-Entas

Upacara ini ialah bagian dari adat suku Tengger yang terletak di Desa Tengger Ngadas, Poncokusumo, Malang. Tradisi entas-entas diadakan selaku bagian dari upacara kematian serta biasanya diselenggarakan pada hari ke-44 ataupun 1.000 sehabis wafat. Ada pula kata‘ entas- entas’ sendiri dimaksud selaku cerminan buat mengangkut derajat arwah leluhur yang sudah wafat sehingga menemukan tempat yang lebih baik. Rangkaian entas-entas terdiri atas ngresik, mepek, mbeduduk, lukatan, serta bawahan. Penerapan upacara ini juga hendak memakai boneka (diucap‘ petra’) yang dibuat dari dedaunan serta bunga. Boneka ini hendak disucikan oleh pemangku adat setempat selaku media arwah yang dihadirkan kembali.

Upacara Entas-Entas

Grebeg Tirto Aji

Satu lagi upacara yang dilakukan oleh suku Tengger di Malang merupakan Grebeg Tirto Aji. Upacara sakral ini diselenggarakan buat menyongsong hari besar Yadya Kasada yang umumnya dirayakan pada hari ke-14 bulan Kasada. Salah satu rangkaian Grebeg Tirto Aji merupakan pengambilan air suci yang terletak di Pemandian Wendit, Pakis. Bagi keyakinan, air ini bersumber dari Gua Widodaren yang terdapat di Gunung Bromo. Oleh sebab leluhur Gunung Bromo serta Wendit masih bersaudara, air tersebut diyakini bisa berikan kesubur

Tadinya, warga suku Tengger tiba sendiri-sendiri buat melaksanakan upacara budaya ini. Tetapi semenjak tahun 2016, pemerintah setempat mengakomodasi aktivitas tersebut serta menjadikannya selaku energi tarik pariwisata tertentu. Oleh sebab upacara- upacara di atas tidak berlangsung selama tahun, kalian pasti wajib betul-betul memikirkan waktu berkunjung bila ingin menyaksikannya.

Upacara Grebek Tirto Aji
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

laginaik.com
kawulagaya.com
malangsport.com
giatekno.com

Recent Comments